Ingin Bisnis Waralaba Barbershop? GIOVANI Barbershop Pilihan Tepat

Ingin Bisnis Waralaba Barbershop? GIOVANI Barbershop Pilihan Tepat 1

Ingin Bisnis Waralaba Barbershop? GIOVANI Barbershop Pilihan Tepat – Dulu masyarakat kita mengenal tempat cukur rambut di bawah pohon atau salon sebagai tempat memotong dan merapikan rambut pria, kini barbershop alias tempat cukur cowok menjadi pilihan utama pria modern untuk mengurus rambutnya. Bila sebelumnya para tukang cukur hanya bermodalkan cermin, gunting, dan sisir, kini di barbershop para pelanggan bisa mendapat layanan yang nyaman dan gaya rambut yang lebih kekinian.

Berbeda dengan pangkas rambut konvensional, barbershop menawarkan perawatan lengkap, mulai dari hair wash hingga styling dengan pomade. Di barbershop, Anda bahkan bisa mendapatkan layanan lain seperti massage.

Perbedaan Tukang Cukur Tradisional Dengan Barber Shop

Berikut dibawah ini beberapa perbedaan antara barber shop, dengan tukang cukur tradisional:

  1. Pangkas rambut tradisional pada dasarnya sama dengan barbershop, namun fasilitasnya lebih minim. Di barbershop, pelanggan akan merasakan tempat yang lebih nyaman dan sejuk ber-AC. Tersedia pula produk grooming untuk menunjang tatanan rambut.
  2. Dari segi potongan rambut mungkin sama, tetapi servicenya di tukang cukur biasa mungkin tidak ada, misalnya mencuci rambut sebelum pangkas. Durasi potong rambutnya juga lebih singkat,.
  3. Tukang cukur tradisional juga umumnya kurang referensi potongan rambut pria terbaru. Sehingga model rambutnya itu-itu saja. Beda dengan barbershop yang lebih update, bahkan bikin ciri khas gaya potongan masing-masing
  4. Layanan utama yang ditawarkan barbershop antara lain pengguntingan rambut dan shaving (mencukur kumis dan janggut). Khusus di Indonesia ada penambahan service yaitu creambath dan juga sesi pijat setelah potong rambut, sesuai dengan kultur masyarakat kita.
  5. Sementara itu, layanan pelengkap yang bisa kita dapatkan di barber shop adalah pewarnaan rambut. Berbeda dengan pewarnaan rambut di salon yang lebih variatif, di barbershop biasanya cat rambut hanya untuk menutupi uban. Warnanya tidak jauh dari hitam, paling terang warna coklat.
  6. Bukan hanya pintar memotong rambut sesuai gaya yang sedang tren, para barber (pemangkas rambut) juga dituntut lebih luwes berkomunikasi dengan pelanggan. Hal ini dianggap menjadi daya tarik utama barbershop yang sukses.
  7. Selain skill, yang harus dimiliki para barber adalah attitude. Karena ini adalah bisnis service, jadi kalau nggak punya jiwa melayani akan susah.

Penghasilan Menjanjikan dari Bisnis Barbershop

Walau terkesan sepele, namun bisnis tempat cukur khusus cowok alias barbershop ternyata memberi penghasilan menjanjikan. Tak heran jika barbershop terus bertambah di Indonesia. Dengan lebih dari 5.000 brand barbershop di Indonesia saat ini, tren male grooming terus berkembang didorong oleh meningkatnya minat pria akan tatanan rambut yang lebih kekinian. “Barbershop kini naik kelas, dianggap sebagai bisnis yang menjanjikan,” kata Ade Farolan, Ketua Indonesia Barbershop Association (IBA), yang dilansir dari media kompas.

Ade mencontohkan, seorang barber (pemangkas rambut) biasanya akan mendapat bagi hasil dengan pemilik barbershop. “Rata-rata mereka bisa mendapat penghasilan 8-10 juta dari sistem bagi hasil. Itu belum termasuk tip, karena itu semuanya untuk barber,” katanya. Sementara itu untuk pemilik barbershop dalam sebulan omset mereka bisa mencapai 100-200 juta.

“Dengan asumsi kedatangan tamu mencapai 50-70 orang perhari,” kata pemilik Kings Barbershop ini. Tarif yang dipatok untuk sekali potong rambut bervariasi antara Rp 50.000 – Rp 70.000. Harga tersebut dianggap terjangkau oleh pelanggan. Ade menjelaskan, barbershop yang diminati orang muda adalah yang bergaya klasik, termasuk untuk interior dan furnitur.

“Modal awal memang cukup besar, tapi hanya di awalnya saja. Setelahnya hanya pembelian rutin untuk toiletris,” katanya. Menurutnya, modal tersebut bisa dengan cepat kembali, apalagi ceruk bisnis ini  memang besar. Bukan hanya remaja pria dan dewasa muda, banyak ibu-ibu muda yang mengajak anak laki-lakinya merapikan rambut di barbershop. “Mereka enggak mau lagi membawa anaknya ke salon,” kata pemilik tiga barbershop ini. Tak mengherankan jika dalam satu kawasan dengan radius tak sampai 700 meter bisa ada tiga barbershop yang buka.

Menjamurnya tempat cukur rambut juga berarti terbukanya lapangan kerja yang lebih luas. “Untuk menjadi seorang barber kuncinya adalah mau belajar. Kalau sudah tertarik, belajar sebulan pun sudah bisa menguasai teknik potongan dasar,” kata Ade.

Beberapa barber di gerainya, menurut Ade, kebanyakan beralih profesi karena penghasilan yang lebih menggiurkan. “Ada yang alih profesi dari penjahit atau penjaga minimarket. Kini dengan penghasilan di barbershop mereka mulai berani mencicil kendaraan atau rumah,” ujarnya. Agar bisnis barbershop ini terus berkembang, Ade menegaskan pentingnya meningkatkan skill para barber. “Harus update dengan gaya potongan rambut terkini. Selain itu, karena ini adalah bisnis service, owner harus mengedukasi karyawannya bagaimana cara menghadapi pelanggan, termasuk kemampuan berkomunikasi,” katanya.

Nah, bagi teman-teman yang ingin berbisnis Barber Shop, dan masih bingung untuk memulai, saya rekomendasikan untuk bergabung dengan waralaba barbershop Giovani Barbershop.

Peluang Besar Franchise Barbershop

Waralaba Franchise GIOVANI Barbershop telah dibuka dan ini merupakan peluang baik bagi Anda calon pengusaha yang ingin bermitra dengan GIOVANI Barbershop, tak lain adalah untuk mewujudkan cepatnya ekspansi pertumbuhan GIOVANI Barbershop di Indonesia dengan cara bekerja sama dengan pengusaha barbershop yang memiliki persamaan visi dan konsep usaha.

Dengan agenda GIOVANI Barbershop akan menjadi lebih besar, semakin dikenal masyarakat luas dan dapat berkembang pesat, membuat bisnis ini semakin kuat dan menjanjikan usaha yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Berlandaskan hubungan yang saling mendukung tersebut maka tidak ada outlet manapun yang tidak penting, setiap cabang franchise akan dikembangkan dibawah kendali dan arahan yang persis sama dengan outlet pusat.

Konsep Franchise GIOVANI Barbershop adalah “Direct management” dimana peran perencanaan, persiapan, pembangunan, pemasaran, pengembangan, sampai kepada pengelolaan dan administrasi akan secara langsung dilakukan oleh Giovani sebagai Franchisor. GIOVANI Barbershop menjalankan semuanya secara terintegrasi untuk dengan intensitas yang terstandar kepada seluruh outlet dan hal ini lebih jauh dari sekedar “pendampingan usaha”.

Ingin Bisnis Waralaba Barbershop? GIOVANI Barbershop Pilihan Tepat

GIOVANI Barbershop selaku Franchisor berkomitmen untuk membangun usaha yang berorientasi pada pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang usaha GIOVANI Barbershop dan juga memberikan integrasi bisnis bahwasanya GIOVANI Barbershop menjunjung tinggi hubungan bisnis yang transparan dan saling menguntungkan.

Penting untuk diketahui oleh calon mitra GIOVANI Barbershop, bahwa hubungan kemitraan ini adalah hubungan jangka panjang sehingga penting bagi GIOVANI Barbershop untuk memahami dan mengenal lebih dalam calon mitra. Tidak ada proses yang instan (hanya karena punya uang atau tempat), GIOVANI Barbershop hanya menghargai bagi mereka yang bersedia mensejajarkan dirinya dengan kami dan mengikuti semua alur proses dan prosedur yang sudah ditetapkan.

Nah, gimana teman-teman sudah mulai yakin untuk berbisnis barber shop? Jangan khawatir, untuk konsumen selalu ada, karena urusan potong rambut, bagi Pria, sudah seperti kebutuhan pokok, untuk meningkatkan kegantengan. 😀

Yang ingin tau lebih lengkap tentang Giovani Barbershop, Silahkan kunjungi langsung websitenya di https://giovanibarbershop.com/  Bisa follow juga Instagram @giovani barbershop.

Semoga artikel Ingin Bisnis Waralaba Barbershop? GIOVANI Barbershop Pilihan Tepat ini bermanfaat bagi Anda. ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *