Torehan Sejarah Baru Sepakbola Nasional di Kongres PSSI 2017

Blogger Yang Diundang dalam Kongres PSSI 2017

“Sepakbola Adalah Alat Perjuangan” – Tan Malaka

Fey777.com – Sepak bola adalah olahraga paling populer di Indonesia, meskipun prestasi Timnas Indonesia beberapa tahun ini mengecewakan. Pada masa kolonial, sepak bola digunakan sebagai alat perjuangan tokoh pergerakan Tanah Air untuk menumbuhkan identitas dan semangat kebangsaan serta kemerdekaan.

Sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia rupanya tak hanya dilakukan lewat jalan perlawanan bersenjata ataupun jalur diplomasi di meja perundingan. Olah raga sepak bola juga punya peran dalam menggelorakan pemuda maupun tokoh tokoh pergerakan Tanah Air untuk menumbuhkan identitas dan spirit kebangsaan serta rasa nasionalisme untuk kemerdekaan Indonesia.

Sebagai olah raga yang sangat diminati oleh berbagai kalangan masyarakat, Tan Malaka menggunakan ketangkasannya bermain sepak bola bukan hanya semata untuk menunjukan identitasnya namun ia mencoba menunjukan jati diri dirinya sebagai putra Hindia Belanda yang punya keiginan untuk merdeka. Tak bisa dimungkiri Tan Malaka menggunakan olahraga sepak bola sebagai alat untuk mengkomunikasikan tentang rasa nasionalisme.

Bandung Menjadi Saksi Sejarah

Awal tahun 2017, Bandung kota kelahiran saya, seakan jadi saksi bersejarah untuk perkembangan sepakbola Indonesia, yang setahun terakhir terkena sanksi dari FIFA. Pada 7-8 Januari 2017, Kota kembang menjadi tuan rumah berlangsungnya Kongres PSSI pertama tahun 2017 di Hotel Arya Duta.

Kongres PSSI 2017 - Hotel Arya Duta Bandung
Kongres PSSI 2017 – Hotel Arya Duta Bandung

Setelah sanksi dari FIFA dicabut, dan diadakan pemilihan kepengurusan baru. Edy Rahmayadi yang juga Pangkostrad TNI, terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2016-2020 pada November tahun lalu. Saya mempunyai harapan tinggi terhadap PSSI warna baru di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi, dibandingkan dengan kepengurusan sebelumnya. 

Saya adalah salah satu dari jutaan pecinta sepakbola nasional yang beruntung, karena saya diundang khusus oleh panitia, untuk menyaksikan langsung rangkaian kegiatan Kongres PSSI 2017. Awal yang baik dari program PSSI era sekarang. Dengan diundangnya para blogger dan netizen, mencerminkan era keterbukaan PSSI dan strategi yang peka terhadap perkembangan di era digital.

Dengan semangat baru, Kongres PSSI kali ini mengusung misi “Menuju PSSI yang Profesional dan Bermartabat”. Jika saya terjemahkan secara sederhana, profesional dalam sepakbola mempunyai makna: pola pikir unggul dan menjadi yang terbaik, pantang menyerah, tanggung jawab, gotong royong, berani berinisiatif dan siap berkorban. Sepak bola Indonesia yang bermartabat yakni jiwa pelaku sepakbola yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, keunggulan prestasi yang tidak bisa digadai, dan dipermainkan oleh pihak manapun. Tiap insan sepakbola Indonesia harus berlaku jujur, terbuka, punya rasa malu, disipin dan tahu diri.

Kongres PSSI pertama tahun 2017 mendapat perhatian dari insan sepakbola di Indonesia, ada beberapa keputusan yang ditunggu, diantaranya adalah Keputusan mengenai permohonan 7 klub bermasalah; pengampunan terhadap sanksi perseorangan, dan penyelesaian sengketa Asosiasi Pemain Indonesia.

Permohonan tujuh klub bermasalah yakni Persebaya Surabaya, Persema Malang, Persibo Bojonegoro, Lampung FC, Persipasi Bekasi, Persewangi Banyuwangi, dan Arema Indonesia. Kemudian pengampunan terhadap sanksi Perseorangan adalah pencabutan status terhukum Exco PSSI pada era sebelumnya.

Sedangkan penyelesaikan sengketa Asosiasi Pemain antara APPI dengan APSNI.  Agenda lainnya dalam kongres adalah mengesahkan personel badan yudisial seperti komite etika.

Para peserta yang hadir sangat antusias menyambut Kongres PSSI 2017 kali ini.  107 voter yang diundang dalam kongres kali ini terdiri dari: 34 Asprov (Asosiasi Provinsi) PSSI, 18 klub ISL (Indonesia Super League), 16 klub Divisi Utama, 14 klub Divisi Satu, 22 klub Liga Nusantara dan 3 Asosiasi.

Pada hari pertama, semua peserta Kongres mengikuti gala dinner bersama Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. Semangat Ketum PSSI untuk mempererat tali silaturahmi, menyatukan insan-insan penting sepakbola nasional dan mengurai simpul kusut yang selama ini ada dalam tubuh PSSI.

Gala dinner Kongres PSSI 2017
Gala dinner Kongres PSSI 2017

Pada pembukaan Kongres PSSI esok harinya, ada yang menarik, ketika Menpora Republik Indonesia Imam Nahrawi mengapresiasi tema yg diambil dalam kongres PSSI kali ini, yaitu #ProfesionalBermartabat.

“Ayo sama-sama kita kawal agar PSSI profesional dan bermartabat. Saya bersyukur keinginan kita berjalan sama-sama lahirnya transparansi. Ke depan tak ada lagi pengaturan skor,” kata Imam.

“Ini kongres PSSI, kita akan mengawal dengan baik. Kongres harus terkomunikasi dengan baik. Kami juga tak mau menjadi orangtua yang memberikan anaknya terlunta-lunta,” Imam menambahkan.

Sambutan Menpora Imam Nahrowi pada Kongres PSSI 2017
Sambutan Menpora Imam Nahrowi pada Kongres PSSI 2017

Dari 2 hari helatan, ini dia catatan sejarah yang tercipta pada Kongres PSSI 2017:

  1. Kehadiran Menpora di Kongres PSSI 2017 menjadi pertanda baik. Sebelumnya, Imam tidak pernah hadir ketika PSSI menggelar acara termasuk Kongres Pemilihan yang terjadi beberapa bulan lalu. Kita ketahui bersama, ketidak akuran PSSI dengan Kemenpora beberapa waktu lalu, mengakibatkan PSSI di sanksi oleh FIFA. Ini awal pertanda baik dari keharmonisan antara Bapak dan Anak.
  2. Kongres Tercepat PSSI.  Tidak sampai 1,5 jam sejak dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, kongres sudah selesai sekitar pukul 12.00 WIB. Sebanyak 13 agenda yang masuk dalam Kongres Tahunan PSSI langsung selesai. Hal ini tidak lepas dari tidak adanya pemungutan suara atau voting dalam mengambil keputusan.Mulai penerimaan kembali klub sebagai Anggota PSSI sampai rancangan program PSSI 2017, semua secara aklamasi disetujui pemilik suara kongres. “Kongres dinyatakan selesai, terima kasih,” ucap Sekjen PSSI Ade Wellington, saat menutup kongres tahunan ini.
    Suasana Kongres PSSI 2017
    Suasana Kongres PSSI 2017

    Bisa dikatakan, pelaksanaan kongres ini merupakan yang tercepat dalam sejarah PSSI. Sebab, biasanya kongres berlangsung hingga berjam-jam. Kerap muncul juga interupsi atau protes dari sana-sini.

    Tapi dalam kongres tahunan kali ini, semua pemilik suara tampak selalu koor setuju terhadap semua agenda yang dibacakan. Hanya ada sedikit interupsi yang sifatnya masukan kepada PSSI, terutama saat membahas Persebaya Surabaya, yang ada masukan supaya langsung dimainkan di ISL.

    Gaya Edy dalam memimpin Kongres kemarin menuai pujian dari voters. Mereka menganggap jalannya Kongres berlangsung dengan tertib dan sesuai aturan.

    Manajer Persib, Umuh Muchtar, merasa hasil yang dicapai dalam Kongres sangat positif. “Sudah sesuai statuta PSSI. Jalannya lebih cepat, tentu bagus. Hasilnya juga positif,” terang Umuh.

  3. Berkumpulnya Kapten Timnas Lintas Generasi. Sesaat setelah Kongres dibuka oleh Imam Nahrowi, ada sesuatu yang istimewa. Tersebutlah “Corner PSSI”, masih ditutup tirai merah, namun awak media mengerubuti tirai tersebut, dan menanti siapakah yang akan muncul dari balik tirai. Ketika tirai dibuka oleh Menpora, Ketua Umum PSSI, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, kemudian terlihat sebaris wajah-wajah yang sudah familiar bagi persepakbolaan nasional. Beliau adalah 13 Kapten Timnas Indonesia.13 Kapten Timnas Indonesia yang hadir antara lain, Ricky Yacobi, Ferril Raymond Hattu, Robby Darwis, Sudirman, Aji Santoso, Bima Sakti, Fachri Husaini, Kurniawan Dwi Yulianto, Ponaryo Astaman, Charis Yulianto, Firman Utina, dan Bambang Pamungkas. Dan Mantan kapten Timnas Indonesia paling senior yang hadir pada saat kongres ini adalah Herry Kiswanto, beliau adalah Kapten Timnas Indonesia pada tahun 1985 hingga 1987.

    whatsapp-image-2017-01-11-at-16-41-29
    Awak Media Mengerubuti Corner PSSI

    whatsapp-image-2017-01-11-at-16-41-30Momen berkumpulnya para kapten timnas ini, menjadi momen yang menggetarkan hati bagi saya, bagaimana tidak, pahlawan Garuda yang biasa saya lihat di televisi, bisa berkumpul dan hadir didepan mata saya.pertemuan-pemain-idola-kapten-timnas-di-kongres-pssi-2017

  4. Akhir membahagiakan bagi Bonek. Bak film yang berakhir penuh kebahagiaan,  Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, memulihkan status Persebaya Surabaya untuk kembali menjadi anggota PSSI, dan akan mulai bermain di Divisi Utama pada musim depan. 6 tahun penantian yang ditunggu-tunggu oleh Bonek (sebutan supporter Persebaya). Kongres PSSI ini diwarnai oleh perjuangan sekitar 4 ribu Bonek yang datang ke Bandung, untuk mengawal Kongres dan menjadi perhatian khusus pihak keamanan, serta Pemkot Bandung.Zen Rs, salah satu pengamat sepakbola dalam akun Twitter @zenrs  mengatakan: “Persebaya kembali. Selamat utk seluruh Bonek. Selamat utk @AndiePeci. Kisah salah 1 gerakan perlawanan terhebat dari dunia sepakbola.”
    Rombongan Bonek Dikawal Aparat Keamanan
    Rombongan Bonek Dikawal Aparat Keamanan

    Torehan Sejarah Baru Sepakbola Nasional di Kongres PSSI 2017

Semoga, dengan sukses digelarnya Kongres PSSI pertama tahun 2017 dan sejarah yang tercipta, bisa membawa angin perubahan yang baik bagi sepakbola nasional. Sepakbola nasional yang digawangi oleh PSSI menjadi alat perjuangan, pemersatu bangsa, wadah penggerak untuk menciptakan sepak bola Indonesia sebagai sebuah industri yang dapat menyejahterakan insan-insan yang terlibat di dalamnya.

Tidak hanya retorika semata, namun kerja nyata dari seluruh pengurus PSSI yang bisa membawa kebaikan dan sepakbola Indonesia yang mendunia.

@Fey777

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *