Jembatan Ampera, Hadiah Dari Bung Karno Untuk Palembang

Jembatan Ampera, Hadiah Dari Bung Karno Untuk Palembang
Jembatan Ampera, Hadiah Dari Bung Karno Untuk Palembang
Jembatan Ampera, Hadiah Dari Bung Karno Untuk Palembang

fey777.com – Palembang menjadi catatan perjalanan saya mengunjungi daerah di Indonesia kali ini. Tujuan untuk datang ke Palembang pada Jumat, 7 November 2014 adalah untuk menyaksikan dan mendukung langsung tim kesayangan Persib Bandung berjibaku melawan Persipura dalam laga Final Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014. 

Alhamdulillah, perjuangan saya untuk berangkat ke Palembang berbuah manis, karena Pangeran Biru dapat menghempaskan Persipura di laga puncak, dan menjadi kampiun.

Tulisan tentang Kemenangan Persib Bandung bisa dilihat disini –> 
Ketika Mang Ayi Beutik Reinkarnasi di Jakabaring

Besok hari, setelah laga di stadion Jakabaring Palembang, saya mengunjungi landmark kebanggaan kota Palembang, yaitu Jembatan Ampera. Kata orang, belum sah disebut datang ke Palembang, kalau tidak berpose di Jembatan Ampera.

Menurut berbagai sumber, pembangunan jembatan gerak ini dimulai pada bulan april 1962, setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Jembatan Ampera merupakan hadiah Bung Karno bagi masyarakat Palembang yang dananya diambil dari dana rampasan perang Jepang (juga untuk membangun Monas, Jakarta). Semua biaya di tanggung oleh pemerintah Jepang dari mulai kontraktor hingga pekerja.

Sejarah Jembatan Ampera

Pada awalnya, jembatan sepanjang 1.177 meter dengan lebar 22 meter ini, dinamai Jembatan Bung karno. Menurut sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada presiden RI pertama itu. Namun Bung Karno tidak setuju (supaya tidak ada kultus individu), maka nama Ampera lebih cocok sesuai dengan fungsinya sebagai Amanat Penderitaan Rakyat, yang pernah menjadi slogan bangsa Indonesia pada tahun 1960-an. Bung karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi.

Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi sungai musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah jembatan ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.

Jembatan ampera Dulu - sumber http://sonsakira.blogspot.co.id/
Jembatan ampera Dulu – sumber http://sonsakira.blogspot.co.id/
Jembatan ampera Dulu - sumber http://sonsakira.blogspot.co.id/
Jembatan ampera Dulu – sumber http://sonsakira.blogspot.co.id/
Jembatan ampera Dulu - sumber http://sonsakira.blogspot.co.id/
Jembatan ampera Dulu – sumber http://sonsakira.blogspot.co.id/

Sejak tahun 1970, jembatan ampera sudah tidak lagi dinaikturunkan. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini, yaitu sekitar 30 menit, dianggap mengganggu arus lalu lintas antara seberang ulu dan seberang ilir, dua daerah kota palembang yang dipisahkan oleh sungai musi. 

Jembatan ampera pernah direnovasi pada tahun 1981, dengan menghabiskan dana sekitar  850 juta rupiah. Renovasi dilakukan setelah muncul kekhawatiran akan ancaman kerusakan jembatan ampera bisa membuatnya ambruk. 

Struktur Jembatan Ampera
Panjang : 1.117 m (bagian tengah 71,90 m)
Lebar : 22 m
Tinggi : 11.5 m dari permukaan air
Tinggi Menara : 63 m dari permukaan tanah
Jarak antara menara : 75 m
Berat : 944 ton

Bersamaan dengan euforia reformasi tahun 1997,  beberapa onderdil jembatan ini diketahui dipreteli pencuri. Pencurian dilakukan dengan memanjat menara jembatan, dan memotong beberapa onderdil jembatan yang sudah tidak berfungsi. Warna jembatan pun sudah mengalami 3 kali perubahan dari awal berdiri berwarna abu-abu terus tahun 1992 di ganti kuning dan terakhir di tahun 2002 menjadi merah sampai sekarang.

Selesai mengunjungi Jembatan Ampera, berburu pempek Palembang tidak boleh dilewatkan. Pempek Candy menjadi pilihan saya untuk jadi buah tangan dibawa ke Bandung. Rasanya lezat, bumbunya khas banget. Semoga saya bisa berkunjung lagi ke Palembang di lain waktu. 🙂

3 thoughts on “Jembatan Ampera, Hadiah Dari Bung Karno Untuk Palembang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *